Translate

Apa Saja Teknologi EV Wheel Loader 2025

 Artikel ini mengulas tentang teknologi EV salah satu alat berat wheel loader yang dipasarkan di Indonesia di tahun 2025. Motohoby menggunakan sample wheel loader merek LiuGong dengan model CLG838 TE, sebuah produk wheel loader electric dengan kapasitas 3 ton buatan salah satu manufaktur alat berat terbesar di China. Memiliki pengetahuan ini akan bermanfaat untuk menghasilkan kompetensi product knowledge bagi siapapun yang bekerja terkait EV pada alat berat, yang juga akan memberikan gambaran tentang perkembangan teknologi EV dari tahun ke tahun. Referensi berasal dari pengalaman selama mengajar materi teknikal dan produk wheel loader electric di tahun 2025-2026.

Berdasarkan nomenclature, CLG838 TE diartikan sebagai: CLG-->China LiuGong, 8-->kode tipe wheel loader, 3-->kelas 3 ton, 8-->grade/ varian 8 (high end features), T--> Generasi T, E-->Electric. Model ini 838TE ini juga tersedia dalam tiga varian, yaitu varian 193 kWh standard, 193 kWh MAX dan varian 205 kWh.

Salah satu teknologi All in one controller pada wheel loader EV buatan LiuGong di tahun 2025


Berikut adalah teknologi EV pada wheel loader CLG838 TE,edisi 2025 varian 193 kWh standard.

  1. Baterai, menggunakan teknologi MTB (module to bracket) power system, buatan LiuGong WL24001, LFP, 634 volt, 304 Ah. Spesifikasi yang sama juga digunakan untuk varian MAX, tapi untuk varian 205 kWh, tentu kapasitasnya lebih besar yaitu 324 kWh. Dalam kondisi SOC baterai 100%, menurut rumus perhitungan estimasi waktu kerja dengan beban kerja medium dan menyisakan 20% SOC baterai, maka wheel loader ini mampu bekerja selama 4,6 jam
  2. Charging system, untuk mengefisienkan waktu pengisian baterai, CLG838TE menggunakan sistem pengisian DC dengan beberapa pilihan kapasitas charger. Tapi dengan opsi charging pile paling standard 240 kW, dengan 2-buah charging gun yang dipasangkan bersamaan, berdasarkan rumus estimasi waktu pengisian, baterai akan terisi dari 20% hingga 100% cukup dalam 1 jam 15 menit saja. Teknologi soket charger atau port pengisian yang ber-tipe GB/T DC (Guobiao Standard) yang akan menjadikannya cocok dengan ekosistem EV terbesar didunia saat ini, yaitu ekosistem EV buatan negeri China
  3. Travel motor, menggunakan teknologi permanent magnet synchronous motor, buatan Jiangsu Weiteli TZ290XSLG80F dengan tenaga 80 kW (107,28 hp), tegangan kerja 437 volt, pendingin cairan, dan sudah berteknologi perlindungan debu dan air IP67. Motor travel ini bersama dengan transmisi, di klaim mampu membuat wheel loader ini mampu melaju maju hingga kecepatan 40 km/ jam dan melaju mundur secepat 25 km/ jam
  4. Transmisi, LiuGong EPT700N, power shift transmission, 2-speed maju, 2-speed mundur. Transmisi dan spesifikasi ini juga digunakan untuk kedua varian lainnya
  5. Hydraulic motor, menggunakan teknologi permanent magnet synchronous motor buatan Jiangsu Weiteli TZ210XSLG65C, dengan keluaran tenaga sebesar 65 kW (87,16 hp), tegangan kerja 437 volt, berpendingin cairan, dan sudah berteknologi perlindungan debu dan air IP67. Teknologinya yang dipadukan dengan sistem hidrolik di klaim mampu menghasilkan performa lifting speed dalam kondisi full load sebesar 5,3 detik
  6. Controller, teknologi All-In One controller buatan LiuGong dengan seri LD35073 menjadikan alat berat ini cukup ringkas. Teknologinya mampu  menghasilkan peak power sebesar 570 kVA dan diklaim akan menjadikan kinerjanya yang handal dan tahan lama
  7. Sistem penggerak, teknologi full time 4WD yang terbukti handal digunakan dalam unit non EV sebelumnya, sederhana tanpa differential lock, dipadukan dengan ban ukuran 17.5-25 PR12 L3 TT
  8. Drive axle masih menggunakan kehandalan teknologi axle buatan LiuGong ADL401, dry-type axle untuk kedua axle nya
  9. Sistem hidrolik, dipercayakan pada single gear pump dengan electric control joystick. Tekanan kerjanya yang mumpuni sebesar 25 mPa (250 bar/ 3625 psi) menjadikan wheel loader ini siap menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berat sesuai kapasitasnya. Teknologi elektronik menjadikan operator cukup ringan mengoperasikan joystick yang akan menjadikan produktifitasnya lebih baik.
  10. Sistem rem, didukung oleh teknologi sistem fully hydraulic dengan akumulator dan cakram kering yang diterapkan untuk rem service, dan drum brake untuk rem darurat & parkir. Untuk meningkatkan performa dan keselamatan, rem darurat & parkir sudah menerapkan teknologi aktifasi secara elektronik
  11. Sistem kemudi, teknologi sistem fully hydraulic dengan orbitrol dan artikulasi. Perpaduan antara pompa fixed gear pump dengan kemampuan 80 mili liter/ putaran, katup prioritas kemudi, steering control valve (rotary), dua buah silinder kemudi berdiameter 70 mm dan tekanan kerja sebesar 19 bar terbukti handal pada model sebelumnya tetap digunakan didalam aplikasi EV wheel loader ini
  12. Telematic, teknologi berjuluk i-Link dengan hardware bernama T-Box yang sudah terbukti efektif bekerja pada unit-unit alat berat non-EV tetap digunakan. Salah satu aplikasi IOT dengan konektifitas GSM dan satelit yang bisa diakses melalui antarmuka laptop, PC, smartphone android dan apple
  13. Sistem air conditioning, teknologi AC untuk EV dengan kompressor yang digerakkan oleh dedicated electric motor dan refrigerant R134a menghasilkan cooling capacity sebesar 11000 W atau 37533,54 BTU. Teknologi ini didesain untuk mendinginkan ruang kabin operator dan juga untuk mendinginkan baterai dan motor listrik.
  14. Sistem instrument monitor, atau LiuGong menyebutnya graphic display, teknologi layar sentuh dengan sensitifitas sentuhan yang cukup baik, kontras warna, font, icon dan desain layout yang cukup menarik dengan banyak informasi dan pegaturan dan settingan, termasuk pengaturan bahasa dalam english. Tentu saja, parameter dan indikator kinerja sistem EV termasuk temperatur baterai, SOH tertampil dengan cukup jelas dan dengan desain yang sangat modern di zaman nya
  15. Sistem kelistrikan umum, teknologi dual voltage architecture yang menggabungkan baterai bertegangan tinggi untuk mensuplay listrik HV (high voltage) dan baterai tegangan rendah 24 volt 90 Ah untuk mensuplai kebutuhan listrik auxiliary. Kemudian, dengan sebuah DCDC converter yang menghasilkan tegangan 27,5 volt/ 4,5 kW, kedua baterai 12 volt 750 CCA tersebut akan mendapatkan tegangan pengisian. DCDC converter tersebut juga mensuplai arus listrik untuk sistem kelistrikan auxiliary

Nah, kini Bro-Sis sudah mengetahui apa saja teknologi EV wheel loader 2025. Meskipun artikel kali ini mengulas pada salah satu wheel loader buatan China, tapi semoga fokus ini akan menjadikan Bro-Sis lebih mudah dalam memahami dan menerapkannya dalam mempelajari teknologi EV pada alat berat merek lain. Semoga beruntung, semangat belajar dan salam (PRO)

Menu vehicle setting pada graphic display



Postingan populer dari blog ini

Cara pasang relay yang benar?

Kiprok yamaha mio karbu

Jalur kiprok honda beat karbu

Arti angka-angka pada relay

Kiprok honda beat karbu

Sensor-sensor injeksi Honda Beat PGM-FI

Cara kerja sistem starter elektrik Honda beat PGM-FI

Cara Kerja Kiprok Honda Beat PGM-FI

Jalur kiprok honda beat PGM-Fi

Fungsi Relay Utama Honda Beat PGM-Fi