Translate

ABS-Anti Lock Braking System

 Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel 6 teknologi canggih, kontrol motor gede (Moge), yang mengulas secara sederhana tentang basic anti-lock braking system (ABS) pada motor gede. Artikel ini merupakan resume dan analisa motohoby dari beberapa literatur cetak maupun literatur yang ditemukan didalam website.

ABS merupakan salah satu fitur keselamatan, pencegah penguncian roda-roda, yang bekerja ketika pengendara melakukan pengereman kuat dan mendadak dalam kondisi traksi ban yang hilangTeknologi pengereman pintar ini akan memungkinkan pengendara tetap dapat mengendalikan arah kendaraan/ steering, untuk menghindari kecelakaan (menabrak).

Dalam kondisi pengereman normal, ketika pengendara melakukan pengereman mendadak dan kuat, maka roda depan dan roda belakang akan terkunci/ skidding, dalam situasi ini maka arah moge tidak bisa dikendalikan oleh pengendara dengan sistem kemudi/ steering, dan potensi kecelakaan tidak bisa dihindari. Bahkan, moge akan meluncur sesuai dengan arah gaya inersia yang tercipta ketika moge melaju sebelum dilakukan pengereman kuat dan mendadak. Untuk menghasilkan recovery kemudi, maka pengereman roda roda depan pada khususnya, harus dilepaskan.

Untuk dapat melakukan itu, sistem ABS pada moge setidaknya membutuhkan : (1) sensor-sensor pembaca kecepatan putar roda depan & roda belakang, (2) katup hidrolik elektronik/ brake control valve, dan (3) electronic control unit/ ECU ABS. 

  1. Sensor-sensor pembaca kecepatan putar roda depan-roda belakang. Berfungsi untuk "membaca" jumlah putaran roda depan & roda belakang, yang menjadi signal input bagi electronic control unit (ECU) ABS. Dengan signal ini, maka ECU dapat mengetahui apakah roda terkunci/ tidak berputar atau apakah roda berputar. 
  2. Pompa oli rem dan katup hidrolik elektronik. Pompa oli rem berfungsi untuk mengalirkan oli rem/ memompa oli rem, menuju kaliper rem pada roda depan dan roda belakang. Sementara itu, katup hidrolik berfungsi untuk mengendalikan tekanan dan arah aliran oli rem di setiap kaliper rem pada roda depan dan roda belakang  dengan "porsi" yang paling tepat untuk mencegah roda terkunci.
  3. Electronic control unit/ ECU sistem ABS. Dengan data input dari sensor putaran roda-roda, dan parameter-parameter lainnya seperti tekanan pedal rem, ECU memproses dengan software yang telah terprogram didalam nya menjadi output berupa arus listrik menuju motor penggerak pompa oli, dan arus listrik menuju solenoid katup-katup hidrolik.  ECU inilah yang menjadi pemberi perintah untuk memberikan pengereman ke roda mana saja, memberikan perintah seberapa kuat pengereman diberikan, dan berapa kali hal itu dilakukan dalam setiap detiknya. 
Dalam perkembanganya akan kebutuhan fungsi ABS, dalam beberapa tahun terakhir, sistem pengereman ABS juga diterapkan untuk sepeda motor umum dengan cc yang relatif kecil meskipun masih terbatas pada pengontrolan pengereman roda depan saja agar hemat biaya produksi yang akhirnya terjangkau untuk konsumen. 
Semoga beruntung, salam (PRO).

Postingan populer dari blog ini

Cara pasang relay yang benar?

Kiprok yamaha mio karbu

Jalur kiprok honda beat karbu

Arti angka-angka pada relay

Kiprok honda beat karbu

Sensor-sensor injeksi Honda Beat PGM-FI

Cara Kerja Kiprok Honda Beat PGM-FI

Cara kerja sistem starter elektrik Honda beat PGM-FI

Jalur kiprok honda beat PGM-Fi

Fungsi Relay Utama Honda Beat PGM-Fi