7 Prinsip Traction Control Pada Kendaraan
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel berjudul 6 Teknologi Canggih, Kontrol Motor Gede (Moge), fokus ulasan kali ini adalah tentang 7 prinsip pengontrolan traksi pada kendaraan. Referensi berasal dari pengetahuan dasar-dasar teknologi mobil, sepeda motor dan alat berat yang didapatkan motohoby dalam bekerja formal di beberapa perusahaan. Referensi juga berasal dari berbagai sumber informasi yang ditemukan di internet.
![]() |
| Saklar/ switch ON-OFF traction control pada mobil |
Berikut adalah 7 prinsip pengontrolan traksi pada kendaraan, yang setiap pabrikan memiliki metode dan teknologi yang berbeda-beda sesuai dengan desain dan fungsi terbaik dan paling cocok dengan kendaraan yang dibuat.
- Grip dan area/ luasan kontak. Grip dihasilkan ketika ban menyentuh permukaan jalan. Semaiin besar/ luas bidang kontak antara ban terhadap permukaan jalan, maka grip akan semakin kuat. Untuk urusan ini, maka ukuran ban berperan.
- Distribusi berat kendaraan. Semakin besar gaya tekan ke bawah terhadap ban, semakin besar grip yang akan dihasilkan. Selain berat kendaraan, nyata gaya tekan terhadap ban juga dipengaruhi oleh distribusi bobot/ gaya ketika kendaraan di operasikan. Saat kendaraan melakukan pengereman, berat akan terdistribusi lebih banyak ke ban depan, sehingga akan meningkatkan grip kemudi dan pengereman depan, saat akselerasi, berat berpindah ke ban belakang.
- Kondisi dan jenis ban. Desain, kedalaman alur, dan campuran bahan karet pembuat ban secara signifikan mempengaruhi grip yang akan dihasilkan. Ban yang aus, kurang tekanan angin, atau tidak sesuai dengan kondisi medan akan berkurang bahkan hilang grip nya terhadap permukaan jalan.
- Permukaan dan kondisi jalan. Permukaan jalan halus atau basah memang bisa memberikan gaya gesekan/ adhesi lebih kecil yang menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Sehingga, permukaan jalan yang textur nya kasar dan kering akan memberikan efek sebaliknya, grip kuat, tapi konsumsi bahan bakar tentu akan lebih boros. Hujan, minyak, es, atau kerikil lepas/ bertebaran secara drastis mengurangi grip yang dihasilkan oleh permukaan jalan.
- Manajemen gaya. Grip maksimal yang dihasilkan oleh ban hanya dapat terjadi pada satu arah gaya. Contoh ketika grip ban sedang maksimal ketika kendaraan sedang mengerem lurus, ketika tiba-tiba kendaraan dibelokkan maka ban akan kehilangan gripnya, dan kendaraan dapat tergelincir. Fungsi pengereman, akselerasi, atau berbelok, membutuhkan grip ban yang maksimal, tetapi faktanya bahwa ban tidak bisa melayani untuk menghasilkan grip maksimal bersamaan. Penggunaan berlebihan grip dalam satu arah (misalnya, pengereman terlalu keras saat berbelok) akan menyebabkan ban kehilangan traksi dan tergelincir .
- Sumber tenaga yang terkontrol. Input gaya dari sistem kemudi, pengereman, dan akselerasi yang halus dan bertahap sangat penting karena perubahan mendadak terhadap arah gaya dapat mengurangi grip yang dihasilkan oleh ban, dan menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.
- Manajemen kecepatan. Semakin cepat kendaraan melaju, semakin sedikit grip ban yang tersisa.
Nah, semoga beruntung, salam (PRO)
