Veloz Hybrid
Artikel ini mengulas singkat tentang general knowledge Toyota Veloz Hybrid 2026. Referensi berasal dari berbagai sumber yang berhasil ditemukan di internet dan user manual Toyota Yaris Cross Hybrid 2023.
Dari kanal GridOto.com, kabar rencana menghybridkan toyota velos sudah diberitakan semenjak 2021, ketika itu disebutkan salah satu kendalanya adalah harga teknologi yang masih mahal yang akan berdampak pada harga jual toyota velos hybrid ke konsumen. Akhir 2025, toyota membuka pemesanan Veloz Hybrid dengan VIN 2026 dengan harga spesial Rp 299.900.000, yang artinya hanya terpaut kurang dari Rp 10 juta dibanding harga velos bensin 1,5 manual transmission.
Toyota Veloz Hybrid dibekali engine 1500 cc tipe 2NR-VEX, 4-silinder, DOHC, Dual VVT-i, yang menghasilkan tenaga mesin 91 PS dan torsi 121 Nm. Beberapa sumber menyebutkan bahwa engine 2NR-VEX yang digunakan untuk Veloz Hybrid sama dengan 2NR-VEX yang digunakan pada Toyota Yaris Cross Hybrid yang dikenal sangat hemat bbm. Pada 2024, konsumsi bbm Toyota Cross Hybrid versi MID cukup mudah mencatatkan angka sebesar 27 km/ liter.
Dipadukan motor listrik (MG2-motor generator) permanent magnet syncrhonous motor yang menghasilkan tenaga sebesar 80 PS dan torsi sebesar141 Nm. Sebagaimana sistem hybrid toyota yang lain, Veloz Hybrid juga menggunakan transmisi e-CVT (electronic CVT). Sebagai sumber energi untuk kedua motor listriknya (MG1 dan MG2), dipasangkan baterai Lithium-ion (NMC) 0,7 kWh.
![]() |
| Tuas & posisi gear transmisi Veloz Hybrid & Yaris Cross Hybrid |
Tidak hanya dibagian engine ICE nya, bahkan secara desain tuas dan posisi gear transmisinya pun sama. Terdapat posisi P-R-N-D-B tanpa pilihan mode manual shift seperti pada model CVT. Disebutkan bahwa posisi B ini merupakan akronim dari brake/ pengereman, yang berarti bahwa posisi transmisi ini akan menghasilkan efek transmission brake ketika pedal gas di angkat penuh dari posisi mobil melaju kencang. Didalam panduan pengguna, posisi B ini sangat dianjurkan ketika mobil melaju diatas turunan, karena efek deselerasinya lebih kuat dibanding posisi D yang mungkin akan terasa tidak nyaman jika digunakan pada kondisi jalanan yang relatif datar.
Selain bermanfaat untuk meningkatkan efektifitas pengurangan laju mobil, dalam kondisi deselerasi ini juga, momentum laju kencangnya mobil dari roda depan dimanfaatkan secara maksimal untuk "memaksa" engine ICE berputar dengan RPM lebih cepat sehingga tercipta pengereman regeneratif, yaitu pengereman yang sekaligus menciptakan proses pengisian baterai.
Nah, sementara ini dulu ulasan pembuka tentang Veloz Hybrid, nantikan ulasan berikutnya. Semoga beruntung, salam (PRO).
