Traction Control Motor Gede (Moge)
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel berjudul 6 Teknologi Canggih, Kontrol Motor Gede (Moge), fokus ulasan kali ini adalah tentang traction control. Referensi berasal dari pengetahuan dasar-dasar teknologi mobil, sepeda motor dan alat berat yang didapatkan motohoby dalam bekerja formal di beberapa perusahaan. Referensi juga berasal dari berbagai sumber informasi yang ditemukan di internet (bukan AI).
Sebagaimana nama/ istilah yang disematkan, traction control adalah sebuah sistem (bekerjsa secara mekanis ataupun secara elektronik) yang didesain untuk mengendalikan traksi. Secara terjemahan, traction adalah the grip of a tire on a road or a wheel on rail, atau daya cengkeram ban terhadap jalan atau daya roda terhadap rel. Traction control didesain dan di fungsikan untuk mencegah roda belakang berputar di tempat/ spin ketika kehilangan traksi terhadap permukaan jalan. Dalam beberapa kondisi, roda belakang bisa sangat mudah kehilangan traksi, baik saat kondisi permukaan jalan licin ataupun ketika luasan permukaan ban belakang yang terkena kontak dengan permukaan jalan berkurang, seperti dalam kondisi moge sedang berakselerasi, dan menikung.
Secara prinsip dasar, pengontrolan traksi adalah tentang pengaturan keseimbangan gaya gesek/ adhesi antara ban terhadap permukaan jalan.
Dalam tujuan keselamatan berkendara, traksi ini jelas menjadi tantangan di dalam kondisi-kondisi yang tidak mudah untuk menghasilkan keseimbangan gaya gesek antara ban terhadap permukaan jalan, karena nya sistem traction control diciptakan dan dikembangkan. Mengacu pada 7 prinsip traction control pada kendaraan, traction control pada motor gede bekerja secara elektronik mengatur/ mengontrol/ memanage arah gaya, sumber tenaga dan kecepatan kendaraan. Untuk menjalankan fungsi tersebut, pada moge setidaknya dilengkapi dengan beberapa sensor dan computer/ control module sebagai berikut:
- Sensor kecepatan roda depan: bekerja dengan prinsip pulse generator yang selanjutnya digunakan sebagai signal input ECU untuk membaca RPM/ speed/ kecepatan putar roda depan
- Sensor kecepatan roda belakang: sama dengan sensor kecepatan roda depan, sensor ini bekerja dengan prinsip pulse generator yang selanjutnya digunakan sebagai signal input ECU untuk membaca RPM/ speed/ kecepatan putar roda belakang
- ECU: bekerja bersama dengan software yang terinstall di dalamnya, ECU mengolah/ memproses signal-signal input dari beberapa sensor dan data input lain yang terkait terkait (dara RPM engine, data bukaan gas), dan menghasilkan perintah signal output kepada actuator terkait seperti: actuator ABS dan signal perintah kepada ECU engine untuk menurunkan torsi yang dihasilkan engine.
![]() |
| Sensor kecepatan roda depan pada sepeda motor KTM motogp 2017 |
